<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6568427086166609007</id><updated>2012-01-26T00:59:20.403-08:00</updated><title type='text'>EKONOMI SUMBER DAYA ALAM</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://menjel.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6568427086166609007/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menjel.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ita sumartin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10803355128798863128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-kWLgS-Alle8/TxfeWap5ibI/AAAAAAAAAAQ/GSU6XzJ9aQc/s220/Cweety-0e_e0.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6568427086166609007.post-3129348764840409935</id><published>2012-01-19T01:51:00.000-08:00</published><updated>2012-01-19T01:51:06.992-08:00</updated><title type='text'>ekosistem, lingkungan hidup, dan manusia untuk ESDA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;2.1 Pengertian Umum Ekosistem, Lingkungan Hidup, dan Manusia&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ekosistem merupakan istilah yang diterapkan bagi suatu kumpulan hubungan ekologis saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup antara manusia dan lingkungannya. Contoh dari suatu ekosistem adalah sebuah danau, hutan mangrove, terumbu karang, hutan tropis. Ekosistem yang lebih luas dan saling berhubungan disebut biomas seperti lautan, padang belantara. Seluruh lingkungan hidup manusia meliputi biosphere (terdiri dari bumi, atmosfir, dan semua kehidupan di planet), hubungan antara manusia dan alam beserta lingkungan yang diciptakannya sendiri. Sementara Ekologi merupakan ilmu tentang hubungan antara manusia dan lingkungannya baik yang hidup dan yang tak hidup.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Lingkungan hidup memberikan kesempatan bagi hewan dan tumbuhan untuk hidup dan berkembang, dan pada gilirannya hewan dan tumbuhan ini sangat dibutuhkan untuk mendukung kehidupan manusia. Lingkungan adalah suatu media dimana makhuk hidup tinggal, mencari penghidupannya, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks. Ini dapat diartikan bahwa manusia akan menikmati atau memperoleh manfaat dari konsumsi hewan serta tumbuhan-tumbuhan lewat pengambilan dari alam, berburu, menangkap ikan ataupun lewat pengamatannya dan penelitian terhadap alam itu sendiri. Karena itu lingkungan yang buruk tidak hanya secara langsung mempersusuah kehidupan manusia, tetapi juga secara tidak langsung lewat memburuknya kehidupan hewan dan tumbuhan sebagai akibat menurunnya kualitas lingkungan hidup mereka.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lingkungan hidup juga menjadi media hubungan timbal balik antara manusia serta makhluk lain dengan faktor-faktor alam. Lingkungan hidup manusia secara keseluruhan mencakup segala aspek kehidupan manusia dalam hubungannya dengan alam dan lingkungan yang diciptakannya sendiri.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Secara garis besar lingkungan hidup manusia dapat dibedakan menjadi lingkungan alami, lingkungan buatan atau ciptaan manusia dan lingkungan sosial. Pemahaman terhadap beberapa istilah ilmu lingkungan perlu diberikan. &lt;br /&gt;Manusia atau orang dapat diartikan dari sudut pandang yang berbeda-beda, baik itu &amp;nbsp;menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai homo sapiens (bahasa latin untuk manusia) yang merupakan sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mati, dan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik positif maupun negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 Teori-teori Tentang Ekosistem, Lingkungan Hidup, dan Manusia&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Thomas Robert Malthus&lt;br /&gt;Dalam bukunya An Essay on Population (1798) mengemukakan pendapatnya bahwa ada kecenderungan pertambahan penduduk lebih cepat dibandingkan persediaan makanan atau peduduk bertambah secara deret ukur, sedang makanan bertambah secara deret hitung. Hal ini terutama disebabkan oleh tanah yang relatif tetap . Malthus mengungkapkan pula kemungkinan perbaikan dalam pertanian dan pengurungan pertumbuhan penduduk untuk mengatasi masalah tersebut.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Adam&amp;nbsp; Smith (1971)&lt;br /&gt;Ia mengemukakan tentang suatu istilah&amp;nbsp; “subsidi energi” yaitu energi tambahan kepada ekosistem.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; V. Kery Smith (1976)&lt;br /&gt;Ia telah meneliti kecenderungan dalam harga-harga produk pertanian, logam-logam, bahan bakar, dan hasil-hasil kehutanan.&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berdasarkan Undang-Undang No 23 Tahun 1997 Tentang Lingkungan Hidup&lt;br /&gt;Dalam Ketentuan Umum UU No.23/1997 Pasal 1:&lt;br /&gt;i.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.&lt;br /&gt;ii.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Bab III Tentang Hak, Kewajiban, dan Peran Masyarakat&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Pasal 5:&amp;nbsp; &lt;br /&gt;i.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setiap orang mempunyai hak yang sama atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.&lt;br /&gt;ii.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setiap orang mempunyai hak atas informasi lingkungan hidup yang berkaitan dengan peran dalam pengelolaan lingkungan hidup.&lt;br /&gt;Pasal 6:&lt;br /&gt;i.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setiap orang berkewajiban memelihara fungsi lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup.&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kelvin Lych (1962)&lt;br /&gt;Dalam bukunya site planning (1962), ia mengingatkan bahwa suatu kota harus menyediakan cukup fasilitas yang berupa perumahan, air, udara, cahaya, bebas dari gangguan kebisingan suara, dan tempat untuk menampung kegiatan sehari-hari tampa meninggalkan estetika perkotaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3 Komponen Penyusun, Susunan, Macam-masam, dan Tingkatan Organisasi dalam Ekosistem&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2.3.1 Komponen Penyusun Ekosistem&lt;br /&gt;1. Komponen Biotik&lt;br /&gt;Komponen biotik suatu ekosistem meliputi berbagai jenis makhluk hidup. Berdasarkan fungsi atau tingkatan trofiknya, komponen biotik dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu produsen, konsumen, dan dekomposer (pengurai). Produsen adalah makhluk hidup yang dapat menghasilkan makanan sendiri, yaitu tumbuhan. Tumbuhan dapat membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Energi yang digunakan dalam fotosintesis diperoleh dari energi matahari, sehingga matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan di bumi. Bakteri yang hidup di lautan dalam dapat mengambil energi dari bahan-bahan kimia yang ada di sekitarnya untuk melakukan kemosintesis. &lt;br /&gt;Tiap unsur biotik ini berinteraksi anatarbiotik dan juga dengan lingkungan fisik nya. Bagi manusia yang paling penting adalah daya dukung dari lingkungan bagi kehidupannya. Yaitu, seberapa banyak jumlah unsur biotik yang dapat dimanfaatkan dan dapat menjamin kehidupan sejumlah penduduk yang dapat menjamin kehidupan sejumlah penduduk yang mendiami suatu lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Komponen Abiotik&lt;br /&gt;Komponen abiotik menyediakan tempat hidup, makanan, dan kondisi yang diperlukan oleh komponen biotik, sehingga kom-posisi komponen abiotik sangat memengaruhi jenis komponen biotik yang dapat hidup. Komponen abiotik yang memengaruhi komponen biotik dalam suatu ekosistem antara lain air, tanah, suhu, cahaya matahari, udara, kelembapan, dan keasaman (pH). Komponen abiotik dikenal juga dengan lingkungan fisik yang sangan berhubungan erat dengan makhluk hidup yang menghuninya. Contohnya kelembapan dan curah hujan mempengaruhi penyediaan air untuk tumbuhan, hewan dan tentunya manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3.2&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Susunan Ekosistem&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Komponen Autotrof&lt;br /&gt;Autotrof adalah organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri yang berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan kimia. Komponen autotrof berfungsi sebagai produsen, contohnya tumbuh-tumbuhan hijau.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Komponen Heterotrof&lt;br /&gt;Heterotrof merupakan organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai makanannya dan bahan tersebut disediakan oleh organisme lain. Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.&lt;br /&gt;2.3.3&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Macam-macam Ekosistem&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ekosistem darat&lt;br /&gt;Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu sebagai berikut: Bioma gurun, bioma padang rumput, bioma hutan basah, bioma hutan gugur, bioma tundra.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ekosistem air tawar&lt;br /&gt;Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ekosistem air laut&lt;br /&gt;Ekosistem air laut dibedakan atas lautan, pantai, estuari (Muara), dan terumbu karang.&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ekosistem Pantai&lt;br /&gt;Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut.Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut. &lt;br /&gt;2.3.4&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tingkatan Organisasi dalam Ekosistem&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Individu&lt;br /&gt;Individu adalah makhluk hidup tunggal yang dapat hidup secara fisiologis. Seekor kerbau, seekor rusa, sebatang pohon meranti, sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia merupakan individu dalam ekosistem. Individu merupakan satuan fungsional terkecil penyusun ekosistem.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Populasi&lt;br /&gt;Populasi mempunyai karakteristik yang khas untuk kelompok yang tidak dimiliki oleh masing-masing individu anggotanya. Karakteristik ini antara lain kepadatan, natalitas (laju kelahiran), mortalitas (laju kematian), potensi biotik, penyebaran umur dan bentuk pertumbuhan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Natalitas dan mortalitas menentukan pertumbuhan populasi. Populasi tumbuh bila natalitas melebihi mortalitas, dalam suatu daerah atau suatu ekosistem pertumbuhan dipengaruhi pula oleh imigrasi dan emigrasi (perpindahan keluar), tetapi dala biosfer, yang merupakan ekosistem juga tidak ada imigrasi dan emigrasi.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ruang dan tersedianya bahan-bahan yang diperlukan jenis untuk hidupnya berpengaruh terhadap pertumbuhan populasi. Pertumbuhan cenderung untuk melaju terus dengan cepat bila ruang dan bahan-bahan berlimpah, dan akan menurun bila kedua faktor tersebut berkurang yang kemudian akan mendatar bila ruang dan bahan-bahan menjadi terbatas.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Komunitas&lt;br /&gt;Dalam kumpulan ini terdapat pula kerukunan untuk hidup bersama, toleransi kebersamaan dan hubungan timbal balik yang menguntungkan sehingga dalam kumpulan ini berbentuk suatu derajat keterpaduan. Kelompok seperti itu yang tumbuhan dan hewannya secara bersama telah menyesuaikan diri dan menghuni suatu tempat alami disebut komunitas.&lt;br /&gt;Jumlah individu sejenis dalam satuan luas tertentu pada jangka waktu tertentu disebut kepadatan populasi. Rumus untuk menghitung kepadatan populasi dapat ditulis sebagai berikut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Keseimbangan dalam Ekosistem &lt;br /&gt;Dalam suatu ekosistem terdapat suatu keseimbangan yang dinamakan homeostatatis, yaitu kemampuan ekosistem untuk menahan berbagai perubahan dalam sistem secara keseluruhan. Keseimbangan itu diatur oleh berbagai faktor yang sangat rumit. Dalam mekanisme ini, termasuk mekanisme yang mengatur penyimpangan bahan-bahan, perlepasan hara makana, pertumbuhan organism dan produksi, serta dekomposisi bahan-bahan organic.&lt;br /&gt;Meskipun suatu ekosistem mempunyai daya tahan yang besar sekali terhadap perubahan, tetapi biasanya batas mekanisme homeostatis, dengan mudah dapat diterobos oleh kegiatan manusia. Misalnya sebuah sungai yang dikotori oleh pembuangan sampah yang tidak terlalu banyak, sungai itu dapat dijernihkan kembali airnya secara alami, sehingga secara keseluruhan sungati itu dianggap tidak tercemar. Tetapi bila sampah yang masuk terlalu banyak, apalagi mengandung zat-zat racun, maka batas homeostatis alami sungai itu akan terlampaui. Mungkin saja dalam sungai itu tidak lagi mempunyai mekanisme homeostatis alami, sehingga airanya secara permanen berumbah, atau bahkan rusak sama sekali. Contoh lain adalah penebangan hutan alam, merupakan suatu proses yang sering melampaui batas dan merusak mekanisme homeostatis dalam ekosistem hutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.5 Penduduk dan Kualitas Lingkungan&lt;br /&gt;Pada umumnya kita telah memahami kaitan antara kepadatan serta jumlah penduduk dan kondisi lingkungan, dimana kota yang sangat padat penduduknya selalu memiliki kualitas udara yang jelek, kotor, dan berbau tidak sedap, serta kualitas air yang buruk pula.&lt;br /&gt;Keadaan diatas tampaknya menyarankan untuk adanya penekanan laju pertumbuhan jumlah penduduk agar kondisi lingkungan tidak menjadi terlalu buruk. Degan kata lain program keluarga berencana dapat digunakan untuk menanggulangi masalah pencemaran di samping pungutan-pungutan atau pajak-pajak, peraturan-peraturan serta kebijakan-kebiajkan pemerintah lainnya.&lt;br /&gt;Bertambahnya jumlah penduduk akan berarti bertamahnya tenaga kerja yang bersama-sama dengan faktor produksi lain dan perbaikan teknologi mampu menghasilkan luaran (output). Namun kita sudah memahami bahwa derajat pencemaran merupakan fungsi dari tingkat luaran. Jadi pertumbuhan jumlah&amp;nbsp; penduduk berakibat pada memburuknya kualitas lingkungan hidup lewat hubungan antara pertumbuhan jumlah penduduk dan tersedianya tenaga kerja serta hubungan antara tersedianya tenaga kerja dan tingkat produksi (luaran) dan&amp;nbsp; pencemaran dalam perkonomian.&lt;br /&gt;Dengan adanya pewarisan sumber daya alam secara luas kepada generasi mendatang oleh generasi sekarang, maka perhatian terhadap masa mendatang sangat penting. Jadi lebih tepat jika dikatakan bahwa lingkungan (alam) ini bukan merupakan warisan dari generasi pendahulu kita, tetapi lebih merupakan titipan dari genarsi mendatang, sehingga kita harus memeliharanya baik-baik. Oleh karenanya ada&amp;nbsp; “option demange” yang merupakan kesediaan seseorang untuk membayar kelestarian lingkungan dengan harapan ia akan dapat melihatnya atau menggunakannya seandainya daerah tertentu telah dirombak walupun demi pembangunan. &lt;br /&gt;2.6&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Hubungan Manusia dengan Lingkungan&lt;br /&gt;Manusia mendapatkan unsur-unsur yang diperlukan dalam hidupnya dari lingkungan. Makin tinggi kebudayaan manusia, makin beraneka ragam kebutuhan hidupnya. Makin besar jumlah kebutuhan hidupnya yang diambil dari lingkungan , maka berarti makin besar perhatian manusia tehadap lingkungan.&lt;br /&gt;Perhatian dan pengaruh manusia terhadap lingkungan makin menigkat pada zaman teknologi maju. Masa ini manusia mengubah lingkungan alami menjadi lingkungan hidup binaan. Eksploitasi sumber daya alam makin meningkat untuk memenuhi bahan dasar industry. Sebaliknya hasil sampingan dari industry berupa asap dan limbah mulai menurunkan kualitas lingkungan hidup. Berdasarkan sifatnya kebutuahan hidup manusia dapat dilihat dan dibagi menjadi 2, yaitu:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kebutuhan hidup materiil, seperti: air, udara, sandang, pangan, papan, transportasi, serta perlengkapan fisik lainnya.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kebutuhan hidup non materiil, meliputi:&amp;nbsp; rasa aman, kasih saying, pengakuan atas eksistensinya, pendidikan, dan sistem nilai dalam masyarakat.&lt;br /&gt;Manusia merupakan komponen biotic lingkungan yang memiliki daya fikir dan daya nalar tertinggi dibandingkan makhluk lainnya. Terlihat jelas bahwa manusia merupakan komponen abiotik lingkungan yang aktif. Hal ini disebabkan manusia dapat menimbulkan beraneka ragam gejala.&lt;br /&gt;Peranan manusia yang bersifat negatif adalah:&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berkurangnya persediaan sumber daya alam karena eksploitasi yang terus menerus.&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Punahnya jumlah spesies tertentu yang merupakan sumber plasma nutfah.&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berubahnya ekosistem alami yang mantap dan seimbangmenjadi ekosistem binaan yang labil karena terus menerus memerlukan energy.&lt;br /&gt;d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berubahnya profil permukaan bumi yang dapat mengganngu kestabilan tanah.&lt;br /&gt;e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Masuknya energy dan juga limbah bahan atay senyawa lain ke dalam lingkungan yang menimbulkan pencemaran air, udara, dan taah yang akan menagkibatkan menurunnya kualitas lingkungan hidup. Pencemaran-pencemaran ini akan menimbulkan dampak negatif pada lingkungan maupun manusia sendiri.&lt;br /&gt;Peranan manusia yang bersifat positif adalah peranan yang berakibat menguntungkan lingkungan karena dapat menjaga dan melestarikan daya dukung lingkungan. Peranan manusia yang menguntungkan lingkungan adalah:&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Melakukan eksploitasi sumber daya alam secara tetap dan tepat serta bijaksana terutama dalam pemakaian sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mengadakan penghijauan dan reboisasi untuk mejaga kelestarian keanekaragaman jenis flora dan fauna serta mencegah terjadinya bahaya banjir.&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Melakukan proses daur ulang serta pengolahan limbah agar bahan pencemar yang terbuang ke lingkungan tidak melampaui ambang batas.&lt;br /&gt;d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Melakukan sistem pertanian serta tumpangsari atau multikultur untuk menjaga kesuburan tanah. Untuk tanah pertanian yang miring dibuat irigasi guna mencegah derasnya erosi serta terhanyutnya lapisan tanah yang mengandung humus.&lt;br /&gt;e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memuat pertaturan, kebijakan, atau perundang-undangan untuk melindungi dan mencegah lingkungan dari kerusakan serta melestarikan aneka jenis satwa dan makhluk hidup yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.7&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Masalah Kerja dan Kesehatan Lingkungan&lt;br /&gt;2.7.1&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hubungan Masalah Kerja dan Lingkungan Hidup&lt;br /&gt;2.7.2&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemeliharaan Kesehatan dalam Lingkungan&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penyediaan air bersih&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemberantasan/penanggulangan penyakit menular&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Peningkatan gizi masyarakat&lt;br /&gt;2.8&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Masalah Lingkungan hidup di Indonesia&lt;br /&gt;2.8.1&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kepadatan Penududuk dan Kemelaratan&lt;br /&gt;2.8.2 Pencemaran dan Peerusakan Lingkungan Hidup oleh Proses Pembangunan&lt;br /&gt;2.9&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Analisis Dampak Lingkungan&lt;br /&gt;2.10&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Lingkungan&lt;br /&gt;Pemerintah sebagai lembaga tertinggi dalam suatu Negara berwenang untuk mengatur ataupun mengendalikan apa saja yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia, dan dalam Undang-undang Dasar 1945 Amandemen I-IV dalam pasal 33 yang mengatur tentang sumber-sumber Negara yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Dan untuk mengimplementasikan hal tersebut maka pemerintah melakukan hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengatur dan mengembangkan kebijaksanaan dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengatur penyediaan, peruntukan, penggunaan, pengelolaan lingkungan hidup dan pememfaatan kembali sumber daya alam, termasuk sumber genetika.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengatur perbuatan hukum dan hubungan hukum antara orang lain dan/atau subyek hukum lainya serta pembuatan hukum terhadap sumber daya alam dan sumber daya buatan, termasuk sumber daya genetika&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengendalikan kegiatan yang mempunyai dampak sosial&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengembangkan pendanaan bagi upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup secara nasional pemerintah bahkan mempunyai kewajiban yang dituangkan dalam undang-undang nomor 23 tahun 1997 yang antara lain :&lt;br /&gt;1. Mewujudkan, menumbuhkan, mengembangkan dan meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab para pengambil keputusan dalam pengelolaan lingkungan hidup.&lt;br /&gt;2. Mewujudkan, menumbuhkan, mengembangkan dan meningkatkan kesadaran akan hak dan tanggung jawab masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup &lt;br /&gt;3. Mewujudkan, menumbuhkan, mengembangkan dan meningkatkan kemitraan antara masyarakat, dunia usasha dan pemerintah dalam upaya pelestarian daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup&lt;br /&gt;4. Mengembangkan dan menerapkan kebijaksanaan nasional pengelolaan lingkungan hidup yang menjamin terpeliharanya daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.&lt;br /&gt;5. Mengembangkan dan menerapkan perangkat yang bersifat preemitif, preventif dan proaktif dalam upaya pencegahan penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup&lt;br /&gt;6. Memamfaatkan dan mengembangkan teknologi yang akrab lingkungan hidup&lt;br /&gt;7. Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan dibidang lingkungan hidup&lt;br /&gt;8. Menyediakan informasi lingkungan hidup dan menyebarluaskan kepada masyarakat&lt;br /&gt;9. Memberikan pengahargaan kepada orang atau lembaga yang berjasa di bidang lingkungan hidup&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6568427086166609007-3129348764840409935?l=menjel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menjel.blogspot.com/feeds/3129348764840409935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menjel.blogspot.com/2012/01/ekosistem-lingkungan-hidup-dan-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6568427086166609007/posts/default/3129348764840409935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6568427086166609007/posts/default/3129348764840409935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menjel.blogspot.com/2012/01/ekosistem-lingkungan-hidup-dan-manusia.html' title='ekosistem, lingkungan hidup, dan manusia untuk ESDA'/><author><name>ita sumartin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10803355128798863128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-kWLgS-Alle8/TxfeWap5ibI/AAAAAAAAAAQ/GSU6XzJ9aQc/s220/Cweety-0e_e0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
